Minggu, 31 Oktober 2010

Teknologi perdagangan melalui jaringan elektronik pada masa kini.

Pendahuluan
Pada zaman maju seperti sekarang ini perdagangan sangat banyak dilakukan oleh masyarakat. Teknologi perdagangan pada masa kini bermacam-macam ada yang melakukan melalui jaringan elektronik contohnya internet adapula yang melalui tatap muka. Tetapi disini saya akan membahas mengenai Teknologi perdagangan melalui jaringan elektronik pada masa kini yaitu e-commerce.
Tinjauan Pustaka
  • Selanjutnya Yuan Gao dalam Encyclopedia of Information Science and Technology (2005), menyatakan E-Commerce adalah penggunaan jaringankomputer untuk melakukankomunikasibisnis dan transksaksi komersial.Kemudian di website E-Commerce Net, E-Commerce didefinisikan sebagaikegiatan menjual barang dagangan dan/atau jasa melaluiinternet.Seluruhkomponen yang terlibat dalam bisnis praktis diaplikasikan disini,sepertiproduk yang tersedia, cara pembayaran, jaminan atas produk yangdijual, carapromosi dansebagainya. seperti customer service, produk yang tersedia, cara pembayaran, jaminan atas produk yang dijual, cara promosi dan sebagainya. Seluruh definisi yang dijelaskan di atas pada dasarnya memiliki kesamaan yang mencakup komponen transaksi (pembeli, penjual, barang, jasa dan informasi), subyek dan obyek yang terlibat, serta media yang digunakan (dalam hal ini adalah internet).
  • Perkembangan teknologi informasi terutama internet, merupakan faktor pendorong perkembangan e-commerce. Internet merupakan jaringan global yang menyatukan jaringan komputer di seluruh dunia, sehingga memungkinkan terjalinnya komunikasi dan interaksi antara satu dengan yang lain diseluruh dunia. Dengan menghubungkan jaringan komputer perusahaan dengan internet, perusahaan dapat menjalin hubungan bisnis dengan rekan bisnis atau konsumen secara lebih efisien. Sampai saat ini internet merupakan infrastruktur yang ideal untuk menjalankan e-commerce, sehingga istilah E-Commerce pun menjadi identik dengan menjalankan bisnis di internet.
  • Pertukaran informasi dalam E-Commerce dilakukan dalam format dijital sehingga kebutuhan akan pengiriman data dalam bentuk cetak dapat dihilangkan. Dengan menggunakan sistem komputer yang saling terhubung melalui jaringan telekomunikasi, transaksi bisnis dapat dilakukan secara otomatis dan dalam waktu yang singkat. Akibatnya informasi yang dibutuhkan untuk keperluan transaksi bisnis tersedia pada saat diperlukan. Dengan melakukan bisnis secara elektronik, perusahaan dapat menekan biaya yang harus dikeluarkan untuk keperluan pengiriman informasi. Proses transaksi yang berlangsung secara cepat juga mengakibatkan meningkatnya produktifitas perusahaan.
  • Dengan menggunakan teknologi informasi, E-Commerce dapat dijadikan sebagai solusi untuk membantu perusahaan dalam mengembangkan perusahaan dan menghadapi tekanan bisnis. Tingginya tekanan bisnis yang muncul akibat tingginya tingkat persaingan mengharuskan perusahaan untuk dapat memberikan respon. Penggunaan E-Commerce dapat meningkatkan efisiensi biaya dan produktifitas perusahaan, sehingga dapat meningkatkan kemampuan perusahaan dalam bersaing.
  • Ada website whatis.com terdapat pengertian e-commerce yaituberhubungan dengan pembelian dan penjualan barang atau jasa melalui internet, khususnya World wide web
  • Menurut Robert E. Johnson, III (http://www.cimcor.com), e-commercemerupakan suatu tindakan melakukan transaksi bisnis secara elektronik dengan menggunakan internet sebagai media komunikasi yang paling utama
  • Pada Website ECARM (The Society For Electronic Commerce And Rights Management) dijelaskan bahwa e-commerce secara umum menunjukkan seluruh bentuk transaksi yang berhubungan dengan aktifitas-aktifitas perdagangan, termasuk
    • organisasi dan perorangan yang berdasarkan pada pemrosesan dan transmisi data dijital termasuk teks, suara, dan gambar-gambar visual (OECD, 1997)
  • Pada Website Planetweb E-commerce Solutions, e-commercememiliki arti bahwa sebuah website dapat menjadi sebuah modal bagi perusahaan, dimana website tersebut dapat menghasilkan uang dan dapat menggambarkan perusahaan anda di internet pada saat yang bersamaan.
  • ada Website E-commerce Net, secara sederhana dijelaskan bahwa e-commerce adalah menjual barang dagangan dan / atau jasa melalui internet. Seluruh pelaku yang terlibat dalam bisnis praktis diaplikasikan disini, seperti customer service, produk yang tersedia, kebijakan-kebijakan pengembalian barang dan uang, periklanan, dll.
  • Menurut Gary Coulter dan John Buddemeir (E-commerce Outline) :e-commerce berhubungan dengan penjualan, periklanan, pemesanan produk, yang semuanya dikerjakan melalui internet. Beberapa perusahaan memilih untuk menggunakan kegiatan bisnis ini sebagai tambahan metode bisnis tradisional, sementara yang lainnya menggunakan internet secara eksklusif untuk mendapatkan para pelanggan yang berpotensi.

Pembahasan
Setelah mengetahui definisi e-commerce, Jenis-jenis E-Commerce
Kegiatan E-Commerce mencakup banyak hal, untuk membedakannya E-Commerce dibedakan menjadi 2 berdasarkan karakteristiknya:

1. Business to Business, karakteristiknya:

• Trading partners yang sudah saling mengetahui dan antara mereka sudah terjalin hubungan yang berlangsung cukup lama.

• Pertukaran data dilakukan secara berulang-ulang dan berkala dengan format data yang telah disepakati bersama.

• Salah satu pelaku tidak harus menunggu rekan mereka lainnya untuk mengirimkan data.

• Model yang umum digunakan adalah peer to peer, di mana processing intelligence dapat didistribusikan di kedua pelaku bisnis.


2. Business to Consumer, karakteristiknya:

• Terbuka untuk umum, di mana informasi disebarkan secra umum pula.

• Servis yang digunakan juga bersifat umum, sehingga dapat digunakan oleh orang banyak.

• Servis yang digunakan berdasarkan permintaan.

• Sering dilakukan sistim pendekatan client-server. (Onno W. Purbo & Aang Arif. W; Mengenal E-Commerce, hal 4-5)


Tujuan Menggunakan E-Commerce dalam Dunia Bisnis
Tujuan suatu perusahaan menggunakan sistim E-Commerce adalah dengan menggunakan E-Commerce maka perusahaan dapat lebih efisien dan efektif dalam meningkatkan keuntungannya.

Manfaat Menggunakan E-Commerce dalam Dunia Bisnis
Manfaat dalam menggunakan E-Commerce dalam suatu perusahaan sebagai sistem transaksi adalah:

a. Dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar).

Transaksi on-line yang membuat semua orang di seluruh dunia dapat memesan dan membeli produk yang dijual hanya dengan melalui mediacomputer dan tidak terbatas jarak dan waktu.

b. Menurunkan biaya operasional (operating cost).

Transaksi E-Commerce adalah transaksi yang sebagian besar operasionalnya diprogram di dalam komputer sehingga biaya-biaya seperti showroom, beban
gaji yang berlebihan, dan lain-lain tidak perlu terjadi
c. Melebarkan jangkauan (global reach).

Transaksi on-line yang dapat diakses oleh semua orang di dunia tidak terbatas tempat dan waktu karena semua orang dapat mengaksesnya hanya dengan menggunakan media perantara komputer.
d. Meningkatkan customer loyalty.

Ini disebabkan karena sistem transaksi E-Commerce menyediakan informasi secara lengkap dan informasi tersebut dapat diakses setiap waktu selain itu dalam hal pembelian juga dapat dilakukan setiap waktu bahkan konsumen dapat memilih sendiri produk yang dia inginkan.

e. Meningkatkan supply management.

Transaksi E-Commerce menyebabkan pengefisienan biaya operasional pada perusahaan terutama pada jumlah karyawan dan jumlah stok barang yang tersedia sehingga untuk lebih menyempurnakan pengefisienan biaya tersebut maka sistem supply management yang baik harus ditingkatkan.

f Memperpendek waktu produksi.

Pada suatu perusahaan yang terdiri dari berbagai divisi atau sebuah distributor di mana dalam pemesanan bahan baku atau produk yang akan dijual apabila kehabisan barang dapat memesannya setiap waktu karena on-line serta akan lebih cepat dan teratur karena semuanya secara langsung terprogram dalam komputer.
Pernyataan-pernyataan Onno W. Purbo di atas juga didukung oleh permyataan Laura Mannisto (International Telecommunication Union, Asia and the Future of the World Economic System, 18 March 1999, London), yaitu:
a. Ketersediaan informasi yang lebih banyak dan mudah diakses Ketersediaan informasi produksi dan harga dapat diakses oleh pembeli, penjual, produsen dan distributor.
b. Globalisasi Produksi, distribusi dan layanan konsumen : jarak dan waktu relatif lebih pendek, sehingga perusahaan dapat berhubungan dengan rekan bisnis di lain negara dan melayani konsumen lebih cepat. Produsen dapat memilih tempat untuk memproduksi dan melayani konsumen tidak tergantung dimana konsumen itu berada. Perusahaan yang berada di negara berpendapatan rendah dapat mengakses informasi dan membuat kontak bisnis tanpa harus mengeluarkan biaya tinggi.
c. Mengurangi biaya transaksi dengan adanya system order, pembayaran dan logistik secara online dan otomatis.

Kesimpulan
Teknologi perdagangan melalui jaringan elektronik pada masa kini yang paling banyak di pakai adalah e-commerce karena hemat waktu dan biaya.

Referensi
didoe.files.wordpress.com/2008/03/perkembangan-e.doc 


Senin, 27 September 2010

KOMPONEN DALAM SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

1.     Pendahuluan
Setelah membahas tentang Sistem informasi manajemen dan tentang konsep, gambaran umum dan struktur system informasi manajemen. Maka kali ini saya akan membahas mengenai tentang elemen apa saja yang dibutuhkan untuk mendukung suatu system informasi manajemen dapat berjalan sesuai dengan tugasnya.
2.     Tinjauan Pustaka
Kutipan :
Komponen Sistem Informasi Manajemen Secara Fisik
Komponen Sistem Informasi Manajemen secara fisik adalah keseluruhan perangkat dan peralatan fisik yang digunakan untuk menjalankan sistem informasi manajemen. Komponen-komponen tersebut meliputi:
a. Perangkat keras:
1) Komputer (CPU, Memory)
2) Pesawat Telepon
3) Peralatan penyimpan data (Decoder)
b. Perangkat lunak
1) Perangkat lunak yang umum untuk pengoperasian dan manajemen data
2) Program aplikasi
c. DataBase
1)  File-file tempat penyimpanan data dan informasi
2) Media penyimpanan seperti pita komputer, paket piringan.
d. Prosedur pengoperasian
1)  Instruksi untuk pemakai, cara yang diperlukan bagi pemakai untuk mendapatkan informasi yang akan digunakan
2)   Instruksi penyiapan data sebagai input
3)   Instruksi operasional
e. Personalia pengoperasian
1)  Operator
2 ) Programmer 
3)  Analisa sistem
4)  Personalia penyiapan data
5) Koordinator operasional SIM dan pengembangannya.”

3.     Pembahasan
Sebuah system tidak dapat berfungsi jika tidak ada komponen-komponen yang mendukung agar sebuat system tersebut dapat berjalan baik. Begitu pula dengan system informasi manajemen mempunyai komponen-komponen yang mendukungnya. Apa saja komponen dari system informasi manajemen tersebut?
Pada dasarnya komponen yang paling penting adalah Sumber daya manusia dan mesin. Manusia sangat penting dikarenakan manusia yang akan mengambil keputusan, mengawasi, dan mengontrol system informasi manajemen tersebut. Selain itu mesin diperlukan untuk menjalankan system tersebut.
Lalu apa saja komponen fisik dari Sistem informasi manajemen?
Komponen Sistem Informasi Manajemen Secara Fisik
Komponen Sistem Informasi Manajemen secara fisik adalah keseluruhan perangkat dan peralatan fisik yang digunakan untuk menjalankan sistem informasi manajemen. Komponen-komponen tersebut meliputi:
a. Perangkat keras:
1) Komputer (CPU, Memory). Komputer yang dimaksud adalah seperangkat Personal Computer(PC). PC digunakan ntuk menogolah informasi menjadi data yang dapat dipakai.
2) Pesawat Telepon, digunakan untuk menyebarkan atau membagi informasi tersebut. Pesawat telepon digunakan untuk hubungan jarak jauh/ antar kota.
3) Peralatan penyimpan data (Decoder). Berupa Flash disk untuk menyimpan data.
b. Perangkat lunak
1) Perangkat lunak yang umum untuk pengoperasian dan manajemen data
2) Program aplikasi
c. DataBase
1)  File-file tempat penyimpanan data dan informasi
2) Media penyimpanan seperti pita komputer, paket piringan.
d. Prosedur pengoperasian
1)  Instruksi untuk pemakai, cara yang diperlukan bagi pemakai untuk mendapatkan informasi yang akan digunakan
2)   Instruksi penyiapan data sebagai input
3)   Instruksi operasional
e. Personalia pengoperasian
1)  Operator adalah orang yang akan menjalankan sebuah system.
2 ) Programmer  adalah orang yang merancang sebuah system.
3)  Analisa system untuk mengevaluasi bagaimana suatu system tersebut berjalan.
4)  Personalia penyiapan data
5) Koordinator operasional SIM dan pengembangannya.
4.     Penutup
Sistem informasi manajemen akan berjalan sempurna jika semua komponen pendukungnya mempunyai bagian dalam system tersebut secara adil. Jika salah satu mempunyai proporsi yang besar maka akan terjadi masalah
5.     Refernsi

Gambaran Umum Dan Struktur Sistem Informasi Manajemen

1.    Pendahuluan

Setelah membahas tentang definisi dan fungsi Sistem Informasi Manajemen, maka untuk memahami tentang Sistem Informasi Manajemen terlebih dalam. Untuk itu pada tulisan kali ini saya akan membahas mengenai gambaran umum dan struktur System Informasi Manajemen (SIM). Definisi Sistem Informasi Manajemen adalah SIM merupakan metode formal yang menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu kepada manajemen untuk memperoleh pengambilan keputusan dan membuat organisasi dapat melakukan fungsi perencanaan, operasi secara efektif dan pengendalian”(Stoner, 1996)

2.    Tinjauan Pustaka

“ Konsep Sistem Informasi Manajemen :
   -Sistem informasi manajemen menggambarkan suatu system yang diciptakan untuk melaksanakan pengolahan data yang akan dimanfaatkan suatu organisasi
  -Sistem informasi manajemen merupakan sebuah bentuk system informasi yang ditujukan untuk melayani para manajer memperoleh informasi”

“Sistem formal adalah sistem yang berjalan menurut norma-norma organisasi yang berlaku pada semua orang, sesuai dengan kedudukannya dalam organisasi. Sistem ini tergantung kepada tugas, wewenag, dan tanggung jawab yang dibebankan kepada pemegang jabatan organisasi. Sistem nonformal adalah sistem yang berlaku di lingkungan organisasi melalui saluran-saluran tidak resmi, tetapi mempunyai pengaruh cukup kuat dalam kehidupan organisasi yang bersangkutan “(Gordon,1999).

·         Struktur sistem informasi manajemen secara konseptual dan fisik
Struktur sistem informasi manajemen (SIM) dapat dapat dibagi menurut konsep struktural yang memungkinkan pembahasan dan perancangan sistem fisik yang akan mendefinisikan cara pelaksanaan SIM.
a. Struktur Konseptual
SIM didefinisikan sebagai suatu gabungan subsistem fungsional yang masing-masing dibagi dalam empat macam pengolahan informasi, yaitu: pengolahan transaksi, dukungan operasional sistem informasi, dukungan pengendalian manajerial sistem informasi, dukungan perencanaan stategi sistem informasi.
b. Struktur Fisik
Struktur konseptual suatu SIM adalah untuk subsistem fungsional yang terpisah ditambah suatu pangkalan data, beberapa aplikasi umum, dan satu model dasar analisa umum dan model keputusan. Pada struktur fisik semua aplikasi terdiri atas program yang sama sekali terpisah, tetapi hal ini tidak selalu demikian adanya sehingga ada penghematan yang cukup besar dari pengolah terpadu dan pemakain modul umum. Pengolahan terpadu dicapai dengan perencanaan berbagai aplikasi yang paling berhubungan sebagai suatu sistem tunggal untuk menyederhanakan kaitan (interface) dan mengurangi duplikasi masukan sehingga melewati batas fungsional. Struktur fisik juga dipengaruhi pemakain modul umum untuk pengoperasian pengolahan yang menyebabkan tidak ada aplikasi yang lengkap tanpa pemakain modul umum.”

3.    Pembahasan

Pada hakekatnya Sistem Informasi Manajemen(SIM) tidak harus menggunakan computer. Tetapi tanpa computer maka Sistem Informasi Manajemen akan kurang maksimal. Mengapa? Karena peran computer untuk mengolah dan menyimpan informasi sangat dibutuhkan Sistem Informasi Manajemen.

“ Konsep Sistem Informasi Manajemen :
   -Sistem informasi manajemen menggambarkan suatu system yang diciptakan untuk melaksanakan pengolahan data yang akan dimanfaatkan suatu organisasi
  -Sistem informasi manajemen merupakan sebuah bentuk system informasi yang ditujukan untuk melayani para manajer memperoleh informasi”

Dari kutipan diatas dapat diketahui bahwa informasi di perlukan semua tingkatan Manajemen. Gambar Piramid tingkatan Manajemen:


Sumber: www.gudangmateri.com


Dalam dunia modern Sistem Informasi Manajemen diperlukan sebuah perusahaan untuk meningkatkan produktifitas perusahaan. Untuk itu diperlukan suatu system yang dapat menyebarkan informasi tersebut secara tepat dan cepat, dan juga untuk menyimpan informasi tersebut. Maka peran computer disini sangat penting untuk mengolah dan menyimpan informasi dari subsistem-subsistem.

Dari gambar di atas diketahui bahwa Manajemen tingkat atas mempunyai peranan yang besar karena pada tingkatan ini, Manajemen tersebut akan mengambil keputusan atau membuat rencana strategis setelah mendapat informasi dari tingkatan manajemen dibawahnya.

Sistem informasi manajemen pada umumnya dibagi 3 bagian penting yaitu input, proses dan output. Tetapi pada zaman sekarang ditambah satu bagian penting yaitu Penyimpanan. Penyimpanan atau database sangat penting karena agar data/informasi tersebut menjadi valid dan dapat digunakan untuk kemudian hari.

Berbicara tentang Sistem Informasi Manajemen berarti berbicara mengenai hubungan antara manusia dan mesin(komputer). Hubungan antara manusia dan mesin pada Sistem informasi manajemen antara lain:

- Sebagian tugas sebaiknya dilaksanakan oleh manusia, dan lainnya sebaiknya dilakukan oleh mesin.

- Sebuah sistem gabungan dengan hasil yang diperoleh melalui serangkaian dialog dan interaksi antara komputer dan seorang manusia pengolah.

- Perancang sebuah SIM harus memahami kemampuan manusia sebagai pengolah informasi dan perilaku manusia dalam mengambil keputusan.

- Sebuah sistem pengolahan database dianggap sebagai SIM bila disertai suatu database sederhana, kemampuan menemukan kembali, & satu atau dua model perencanaan atau keputusan.

Struktur Sistem Informasi Manajemen (SIM)
Sebuah system biasanya mempunyai struktur, struktur system informasi manajemen dibagi 2 yakni: system yang tidak terstruktur(informal) dan system yang terstrukur(formal). Sistem formal adalah sistem yang berjalan menurut norma-norma organisasi yang berlaku pada semua orang, sesuai dengan kedudukannya dalam organisasi. Sistem ini tergantung kepada tugas, wewenag, dan tanggung jawab yang dibebankan kepada pemegang jabatan organisasi. Sistem nonformal adalah sistem yang berlaku di lingkungan organisasi melalui saluran-saluran tidak resmi, tetapi mempunyai pengaruh cukup kuat dalam kehidupan organisasi yang bersangkutan (Gordon,1999).
Karena itu sebuah system berhasil bukan hanya kerja keras seseorang tetapi kerja keras seluruh elemen organisasi
·         Struktur sistem informasi manajemen secara konseptual dan fisik
Struktur sistem informasi manajemen (SIM) dapat dapat dibagi menurut konsep struktural yang memungkinkan pembahasan dan perancangan sistem fisik yang akan mendefinisikan cara pelaksanaan SIM.
a. Struktur Konseptual
SIM didefinisikan sebagai suatu gabungan subsistem fungsional yang masing-masing dibagi dalam empat macam pengolahan informasi, yaitu: pengolahan transaksi, dukungan operasional sistem informasi, dukungan pengendalian manajerial sistem informasi, dukungan perencanaan stategi sistem informasi.
b. Struktur Fisik
Struktur konseptual suatu SIM adalah untuk subsistem fungsional yang terpisah ditambah suatu pangkalan data, beberapa aplikasi umum, dan satu model dasar analisa umum dan model keputusan. Pada struktur fisik semua aplikasi terdiri atas program yang sama sekali terpisah, tetapi hal ini tidak selalu demikian adanya sehingga ada penghematan yang cukup besar dari pengolah terpadu dan pemakain modul umum. Pengolahan terpadu dicapai dengan perencanaan berbagai aplikasi yang paling berhubungan sebagai suatu sistem tunggal untuk menyederhanakan kaitan (interface) dan mengurangi duplikasi masukan sehingga melewati batas fungsional. Struktur fisik juga dipengaruhi pemakain modul umum untuk pengoperasian pengolahan yang menyebabkan tidak ada aplikasi yang lengkap tanpa pemakain modul umum.
4.    Penutup
System informasi manajemen harus mempunyai gambaran yang jelas agar system tersebut mempunyai tujuan yang jelas dan akan berfungsi secara benar.


5.    Referensi